Seven Spy Community Area

Feel The Affect Of ExtraOrdinary Team
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin7Spy Home

Share | 
 

 KEPALSUAN TEORI EVOLUSI part 1

Go down 
PengirimMessage
Ragnazz
Intermediate Spy Agent
avatar

Male Jumlah posting : 87
Age : 27
Lokasi : Spy Area
Job/hobbies : Secret Agent
Motto / Visi : Feel The Affect Of ExtraOrdinary People
Registration date : 12.12.08

PostSubyek: KEPALSUAN TEORI EVOLUSI part 1   Sat Jan 10, 2009 8:45 pm

Setiap bagian di alam semesta ini menun¬jukkan adanya penciptaan yang luar biasa. Sebaliknya, faham materialisme, yang ber¬usaha menolak fakta tentang penciptaan alam semesta, tidak lain hanyalah merupakan faham palsu yang tidak ilmiah.
Jika faham materialisme telah tumbang, maka semua faham lainnya yang berdasarkan pada filsafat ini juga tidak memiliki landasan. Hampir semua penganut faham ini adalah penganut Darwinisme, yakni teori evolusi. Teori ini, yang berpendirian bahwa kehidupan berasal dari benda mati, yang terjadi secara kebetul¬an, telah ditumbangkan oleh kenya¬taan bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Ahli astrofisika Amerika, Hugh Ross, menya¬ta¬kan sebagai berikut:
Atheisme, Darwinisme, dan pada dasarnya semua “isme” yang muncul dari filsafat abad kedelapan belas hingga abad kedua puluh, yang dibangun berdasarkan asumsi, yakni asumsi yang tidak benar, bahwa alam semesta ini tak terbatas. Keajaiban alam semesta telah membawa kita berhadapan dengan sebab atau penyebab utama di balik/ di belakang/ di hadapan alam semesta dan semua isinya, termasuk kehidupan itu sendiri.1
Allah-lah yang menciptakan alam semesta dan Yang merancangnya hingga ke bagian-bagiannya yang terkecil. Dengan demikian teori evolusi yang menyatakan bahwa makh¬luk hidup itu tidak diciptakan oleh Allah, tetapi terjadi secara kebetulan, adalah teori yang sama sekali tidak benar.
Tidak heran jika kita memperhatikan teori evolusi, maka kita akan melihat bahwa teori ini dikecam oleh penemuan ilmiah. Rancang¬an kehidupan ini sangatlah kompleks dan menakjubkan. Di dunia makhluk tak bernya¬wa misalnya, kita dapat melihat betapa luar biasanya keseimbangan pada atom-atom. Belum lagi pada dunia makhluk bernyawa, kita dapat melihat betapa kompleksnya ran¬cang¬an dari kumpulan atom, dan betapa luar biasanya cara kerja dan struktur seperti pro¬tein, enzim, dan sel, yang diciptakan di dalam¬nya.
Rancangan yang luar biasa dalam kehidup¬an ini menumbangkan Darwinisme pada akhir abad kedua puluh.
Kita telah membicarakan dengan sangat detail masalah ini dalam beberapa kajian kami lainnya, dan kami akan terus melakukannya. Namun mengingat pentingnya persoalan ini, tentunya akan bermanfaat jika pada kesem¬patan ini diketengahkan ringkasannya.


Ilmu Pengetahuan Menumbangkan Darwinisme

Meskipun doktrin ini berasal dari zaman Yunani kuno, teori evolusi dikembangkan secara luas pada abad ke-19. Perkembangan terpenting yang menjadikan teori ini menjadi topik terbesar dalam dunia sains adalah buku karya Charles Darwin yang berjudul The Origin of Species, yang diterbitkan pada tahun 1859. Dalam buku ini, Darwin menolak bahwa berbagai spesies yang hidup di bumi, masing-masing diciptakan oleh Tuhan. Menurut Darwin, semua makhluk hidup me¬mi¬liki nenek moyang yang sama dan makh¬luk-makhluk tersebut kemudian men¬jadi beraneka ragam dengan berjalannya waktu melalui perubahan-perubahan kecil.
Teori Darwin tidak berdasarkan pada pembuktian ilmiah yang kongkret; sebagai¬mana yang diakuinya sendiri, tetapi hanya berupa “asumsi”. Tambahan pula, sebagai¬mana pengakuan Darwin dalam bab panjang dari bukunya yang berudul Difficulties of the Theory, teori tersebut tidak mampu meng¬hadapi berbagai pertanyaan penting.
Darwin menumpukan semua harapannya pada penemuan-penemuan ilmiah baru, yang ia harapkan dapat memberikan pemecahan atas Difficulties of the Theory. Namun, ber¬lawanan dengan harapannya, pembuktian ilmiah justru semakin memperluas dimensi dari kesulitan-kesulitan ini.
Kekalahan Darwinisme atas ilmu penge¬tahuan dapat disimpulkan menjadi tiga topik dasar:
1) Teori tersebut sama sekali tidak men¬je¬las¬kan tentang bagaimana asal mula kehidup¬an di bumi.
2) Tidak ada pembuktian ilmiah yang me¬nunjukkan bahwa “mekanisme evolusi¬oner” yang diajukan dalam teori tersebut memiliki kekuatan untuk berkembang.
3) Apa yang dikemukakan dalam teori evolusi tersebut sama sekali bertolak belakang dengan Catatan fosil.
Dalam bagian ini, kita akan mengkaji tiga poin dasar tersebut secara garis besar:


Langkah Pertama yang Tidak Dapat Diatasi:
Asal-usul Kehidupan

Teori evolusi berpendirian bahwa semua spesies hidup berasal dari satu sel hidup tunggal yang muncul di bumi 3.8 milyar tahun yang lalu. Bagaimanakah sebuah sel tunggal dapat menghasilkan jutaan spesies hidup yang kompleks, dan jika evolusi semacam itu benar-benar terjadi, mengapa jejak-jejaknya tidak dapat dilihat pada catatan fosil, itu merupakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh teori evolusi. Namun, yang pertama dan utama, dari langkah pertama yang dinyatakan oleh proses evolusioner tersebut muncul pertanyaan: Bagaimanakah asal mula terjadinya “sel pertama” tersebut?
Karena teori evolusi menolak penciptaan dan tidak menerima campur tangan superna¬tural dalam bentuk apa pun, maka ia berpen¬dirian bahwa “sel pertama” muncul secara kebetulan berdasarkan hukum alam, tanpa ada rancangan atau perencanaan. Menurut teori ini, materi tak bernyawa menghasilkan sel bernyawa sebagai akibat dari munculnya sel pertama secara kebetulan tersebut. Namun, pernyataan ini bahkan tidak sesuai dengan hukum biologi yang paling tidak terban¬tah¬kan.


Kehidupan Berasal dari Kehidupan

Dalam bukunya, Darwin tidak pernah me¬nye¬but asal-usul kehidupan. Pemahaman kuno tentang ilmu pengetahuan pada zaman¬nya berangkat dari asumsi bahwa makhluk hidup memiliki struktur yang sangat seder¬hana. Semenjak zaman pertengahan, generasi spontan, yakni teori yang menyatakan bahwa materi tak bernyawa muncul untuk mem¬bentuk organisme hidup diterima secara luas. Pada umumnya diyakini bahwa serangga terjadi dari sisa-sisa makanan, dan tikus ber¬asal dari gandum. Berbagai eksperimen yang menarik dilakukan untuk membuktikan teori ini. Beberapa gandum diletakkan pada sebi¬dang kain kotor, kemudian diyakini bahwa setelah beberapa saat tikus akan muncul dari¬nya.
Demikian pula, ulat yang muncul dalam daging dianggap sebagai bukti dari teori tentang generasi spontan. Namun, tidak lama kemudian diketahuilah bahwa ulat tidak muncul dari daging secara spontan, tetapi dibawa oleh lalat dalam bentuk larva, yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Bahkan pada periode ketika Darwin menu¬lis The Origin of Species, keyakinan bahwa bakteri dapat terwujud dari materi tak ber¬nyawa diterima secara luas dalam dunia ilmu pengetahuan.
Namun, lima tahun setelah buku Darwin diterbitkan, penemuan Louis Pasteur mema¬tah¬kan keyakinan ini, yang merupakan landasan evolusi. Setelah melakukan peneli¬tian dan eksperimen yang melelahkan, Pas¬teur menyimpulkan secara ringkas, “Pernya¬taan bahwa materi tak bernyawa dapat memun¬culkan kehidupan telah dikubur dalam sejarah untuk selamanya.”2
Para pendukung teori evolusi menolak penemuan Pasteur dalam waktu yang lama. Namun, ketika perkembangan ilmu penge¬tahuan berhasil menjelaskan tentang struktur sel dari makhluk hidup yang kompleks, gagasan bahwa kehidupan dapat muncul secara kebetulan bahkan semakin mengha¬dapi kebuntuan yang lebih besar.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
KEPALSUAN TEORI EVOLUSI part 1
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Seven Spy Community Area :: Spy Education :: General Class :: Pengetahuan Umum-
Navigasi: